Mata Pencaharian Pokok

Mata pencaharian Pokok

Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Gununganyar dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti : petani, buruh tani, PNS/TNI/POLRI, karyawan swasta, pedagang, wiraswasta, pensiunan, buruh bangunan/tukang, peternak. Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada tabel berikut.

No.

Jenis Pekerjaan

Jumlah

Prosentase dari Total Jumlah Penduduk

1.

Petani

985

36,95

2.

Buruh tani

1202

45,1

3.

PNS/TNI/POLRI

65

2,44

4.

Karyawan swasta

9

0,34

5.

Pedagang

44

1,7

6.

Wirausaha

9

0,34

7.

Pensiunan

6

0,23

8.

Tukang bangunan

17

0,64

9.

Peternak

302

11,33

10.

Lain-lain/tidak tetap

27

1,013

 

Jumlah

2666

100%

Sumber : Dari data survey potensi ekonomi Desa Gununganyar, Juni 2015

 

Berdasarkan tabulasi data tersebut teridentifikasi, di Desa Gununganyar  jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian ada 64%. Dari jumlah tersebut, kehidupannya bergantung di sektor pertanian, ada 52,5.% dari total jumlah penduduk.

Jumlah ini terdiri dari buruh tani terbanyak, dengan 45,1% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 28,85% dari total jumlah penduduk. Petani sebanyak 36,95% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 23,64% dari total jumlah penduduk.

Terbanyak ketiga adalah 23,64% dengan 11,4% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 7,3% dari total jumlah penduduk. Sementara penduduk yang lain mempunyai mata pencaharian yang berbeda-beda, ada yang berprofesi sebagai PNS, TNI, POLRI, pedagang, karyawan swasta, sopir, wiraswasta, tukang bangunan, dan lain-lain.

Dengan demikian dari data tersebut menunjukkan bahwa warga masyarakat di Desa Gununganyar memiliki alternatif pekerjaan selain sektor buruh tani dan petani. Setidaknya karena kondisi lahan pertanian mereka sangat tergantung dengan curah hujan alami. Di sisi lain, air irigasi yang ada tidak dapat mencukupi untuk kebutuhan lahan pertanian di Desa Gununganyar secara keseluruhan terutama ketika musim kemarau. Sehingga mereka pun dituntut untuk mencari alternatif pekerjaan lain.

Skip to toolbar